Senin, 12 September 2011

Struktur Tubuh Virus

STRUKTUR TUBUH VIRUS
Tubuh virus terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dan ekor.
Pada bagian kepala terdapat:
o   Kapsid
Yaitu lapisan pembungkus tubuh virus yang tersusun dari protein. Pada beberapa jenis virus, disebelah luar kapsid masih terdapat pembungkus yang tersusun dari lipid dan karbohidrat. Kapsid berfungsi untuk memberi bentuk pada virus sekaligus sebagai pelindung dari kondisi lingkungan yang merugikan.
o   Materi genetik
Yaitu molekul pembawa sifat menurun yang terdapat di bagian dalam kapsid. Materi genetik dapat berupa RNA (ribonucleic acid) atau DNA (deoxyribonucleic acid). Dalam tubuhnya, virus hanya memiliki satu tipe asam inti (asam nukleat), yaitu RNA saja atau DNA saja, tidak pernah kedua-duanya.

Pada ekor terdapat selubung ekor dan serat ekor yang penting untuk pelekatan tubuh virus pada sel inangnya saat akan bereproduksi. 

Referensi : Jago Biologi SMA

Ciri-ciri Virus

CIRI-CIRI VIRUS :

o   Berukuran ultra mikroskopis, yakni sekitar 20-30 milimikron, sehingga hanya dapat diamati  dengan mikroskop elektron
o   Terdiri atas asam inti, yaitu DNA atau RNA, dan kapsid (selubung protein yang memberi bentuk pada virus)
o   Virus hanya bisa berkembangbiak di dalam sel atau jaringan yang hidup
o   Virus bukan merupakan sel, sehingga tidak memiliki sitoplasma, inti sel, atau membran inti
o   Bentuknya beragam, seperti batang, oval, bulat, danT
o   Merupakan parasit sejati
o   Dapat dikristalkan 

Referensi : Jago Biologi SMA

Apakah virus termasuk organisme hidup?


Virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun. Secara biologi, virus termasuk makhluk hidup karena:
o   Memiliki RNA/DNA, senyawa ini dimiliki oleh makhluk hidup
o   Virus mampu melaksanakan aktivitas hidup, yaitu metabolisme dan reproduksi
Sebagian orang berpandangan bahwa virus bukan organisme hidup. Alasan virus bukan termasuk organisme hidup sebagai berikut.
o   Virus tidak memiliki protoplasma
o   Virus dapat dikristalkan, sedangkan makhluk hidup tidak mungkin mampu mengkristal.
o   Ukuran virus sangat kecil, yaitu sekitar beberapa milimikron. Tidak mungkin ukuran organisme sekecil itu bisa hidup

Referensi : Jago Biologi SMA

Jumat, 27 Mei 2011

Alat-alat Peredaran Darah


Alat utama peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah. Jantung terdiri atas dua serambi dan dua bilik. Selaput pembungkus jantung disebut perikardium. Pembuluh darah terdiri atas pembuluh darah vena, arteri, dan kapiler.

JANTUNG
Darah dapat mengalir ke seluruh tubuh disebabkan oleh adanya denyut jantung (kardium). Jantung berada dalam rongga dada, memiliki selaput dua lapis yang disebut perikardium, dan di antaranya terdapat cairan berupa getah bening yang berfungsi memelihara jantung dari gangguan fisik. 

Jatung terdiri atas empat ruang, yaitu serambi (atrium) kanan, serambi kiri, bilik (ventrikel) kanan, dan ventrikel kiri. Jantung memiliki otot yang disebut miokardium. Bagian luar miokardium ditutupi oleh lapisan perikardium, sedangkan bagian dalamnya oleh endokardium. 

PEMBULUH DARAH
1. Arteri
~ Mengalirkan darah meninggalkan jantung
~ Letaknya agak dalam dan tersembunyi
~ Dinding tebal, kuat, dan elastis
~ Hanya memiliki katup di pangkal jantung
~ Denyut terasa
~ Darah mengalir deras
~ Banyak mengandung oksigen, kecuali arteri pulmonalis

2. Vena
~ Mengalirkan darah menuju jantung
~ Letaknya dekat permukaan tubuh
~ Dindingnya tipis (tetapi lebar) dan tidak elastis
~ Memiliki banyak katup
~ Denyut tidak terasa
~ Darah mengalir lambat
~ Banyak mengandung karbondioksida, kecuali vena pulmonalis

3. Kapiler
~ Menghubungkan arteri terkecil (arteriola) dan vena terkecil (venula)
~ Tempat pertukaran gas dan zat makanan
~ Langsung berhubungan dengan sel atau jaringan
~ Dindingnya sangat tipis (tersusun dari selapis sel endothelium)
~ Letak tersebar
~ Aliran darah dari dan ke jantung
~ Denyut  tidak terasa
~ Darah mengalir dengan kecepatan sedang
~ Kandungan oksigen dan karbondioksida seimbang

Referensi : Jago Biologi SMA

Penggolongan Darah Sistem ABO


Golongan darah ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya antigen dan jenis antigen yang terkandung dalam eritrosit. Antigen adalah protein asing yang dapat menimbulkan antibodi.

Macam-macam Golongan Darah
Golongan darah sistem ABO ditemukan oleh Karl Landsteiner. Berdasarkan ada atau tidaknya aglutinogen, golongan darah dikelompokkan menjadi golongan darah A, B, AB, dan O.

* Golongan darah A, dalam eritrosit mengandung antigen (aglutinogen) A dan dalam plasmanya mampu membentuk aglutinin (antibodi) betha
* Golongan darah B, dalam eritrosit mengandung antigen (aglutinogen) B dan dalam plasmanya mampu membentuk aglutinin (antibodi) alpha
* Golongan darah AB, dalam eritrosit mengandung antigen (aglutinogen) AB dan dalam plasmanya tidak mampu membentuk aglutinin
* Golongan darah O, dalam eritrosit tidak mengandung antigen (aglutinogen) dan dalam plasmanya mampu membentuk aglutinin (antibodi) alpha dan betha

Transfusi Darah
Transfusi darah adalah pemberian darah seseorang kepada orang lain. Orang yang memberi darah disebut donor, sedangkan orang yang menerimanya disebut resipien.
 
Golongan darah O disebut donor universal karena golongan darah O dapat menyumbang ke semua golongan darah. Golongan darah AB disebut resipien universal karena golongan darah AB dapat menerima darah dari semua golongan darah.

Referensi : Jago Biologi SMA

Darah Manusia dan Komponennya

Darah manusia berwarna merah, tetapi kepekatan warna ini bergantung pada kandungan oksigen dan karbondioksida. Volume darah pada setiap orang sekitar 80 persen dari berat badannya.

Fungsi Darah
* Sebagai alat pengangkut oksigen, sari makanan, dan air ke seluruh tubuh
* Membasmi kuman penyakit
* Membekukan darah
* Mengedarkan hormon
* Menjaga kestabilan suhu tubuh
* Mengatur keseimbangan asam dan basa

KOMPONEN DARAH MANUSIA

Darah manusia terdiri atas dua komponen, yaitu plasma darah (cairan darah) dan sel-sel darah. 

1. Plasma Darah
Plasma darah mengandung hormon, enzim, antibodi, dan garam mineral. Plasma darah juga mengandung zat makanan yang terdiri atas glukosa, asam amino, asam lemak, dan protein.  Protein dalam plasma darah terdiri atas anti hemofilik, tromboplastin, protrombin, albumin, dan gammaglobin.

Fungsi plasma darah
~ Anti hemofilik : berfungsi mencegah anemia
~ Tromboplastin : berperan dalam pembekuan  darah
~ Protrombin : berperan dalam pembekuan darah
~ Fibrinogen : berperan dalam pembekuan darah
~ Albumin : memelihara tekanan osmosis darah

2. Sel-sel Darah
ERITROSIT (Sel darah merah)
~ Pada laki-laki 5 juta/mm kubik, sedangkan perempuan 4 juta/mm kubik
~ Berukuran 7,5 - 7,7 mikro meter
~ Bentuk bikonkaf, berwarna kekuning-kuningan
~ Warna merah berasal dari hemoglobin yang memiliki daya ikat oksigen dan karbondioksida
~ Sel darah merah dapat hidup sekitar 120 hari
~ Tidak berinti dan dibuat dalam sumsum tulang merah
~ Sebagai pembawa oksigen dan karbondioksida dalam pernapasan

LEUKOSIT (Sel darah putih)
~ Bentuk amoeboid, berinti, dan jumlahnya berkisar antara 6.000 - 9.000/mm kubik
~ Terdapat pada sumsum tulang, limpa, kelenjar limpa, serta jaringan retikulo-endothel
~ Dibuat pada jaringan rektikuler
~ Berfungsi membunuh bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh
~ Leukosit dibagi menjadi dua macam, yaitu :
   *Granulosit, yaitu leukosit yang plasmanya bergranuler
     Contoh : neutrofil, basofil, dan eosinofil
   *Agranulosit, yaitu leukosit yang plasmanya tidak bergranuler
     Contoh : monosit dan limfosit

TROMBOSIT (Keping darah)
~ Bentuk tidak teratur, jumlahnya 200.000 - 300.000/mm kubik
~ Tidak berinti
~ Dibuat dalam sumsum tulang
~ Mengandung enzim trombokinase (tromboplastin) yang berfungsi dalam pembekuan darah

Referensi : Jago Biologi SMA

Senin, 23 Mei 2011

Klasifikasi Makhluk Hidup


Keanekaragaman hayati atau biodiversitas disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor genetik dan lingkungan. Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem.

A. Keanekaragaman Gen
Gen adalah materi yang mengendalikan sifat atau karakter makhluk hidup. Perbedaan atau variasi susunan gen antarindividu dalam spesies menimbulkan keanekaragaman individu. Keanekaragaman individu memunculkan varietas. Faktor genotip yang berinteraksi dengan faktor lingkungan memunculkan sifat yang tampak atau fenotip.

B. Keanekaragaman Jenis/Spesies
Keanekaragaman jenis/spesies adalah keanekaragaman yang terdapat pada organisme yang tidak sejenis. Sangat mudah menentukan keanekaragaman spesies karena antarspesies umumnya memiliki perbedaan yang jelas.

C. Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman ekosistem adalah keanekaragaman yang terjadi akibat adanya interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap ekosistem memiliki keanekaragaman makhluk hidup tertentu.

TUJUAN KLASIFIKASI
~ Memudahkan pengenalan makhluk hidup dengan cara menyederhanakan objek yang beraneka ragam
~ Menyusun hubungan kekerabatan dengan cara mencari persamaan dan perbedaan sifat yang ada
~ Memudahkan dalam mempelajari setiap makhluk hidup

DASAR-DASAR KLASIFIKASI
~ Manfaat
~ Habitat atau perawakan
~ Sifat-sifat morfologi
~ Filogenetik atau hubungan kekerabatan

TAHAPAN KLASIFIKASI
~ Identifikasi
~ Pengelompokan berdasarkan ciri-cirinya
~ Pemberian nama takson

MACAM-MACAM KLASIFIKASI
~ Klasifikasi buatan (artificial), yaitu pengelompokan makhluk hidup berdasarkan habitat dan persamaan ciri morfologi yang mudah dilihat
~ Klasifikasi alami (natural), yaitu pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri morfologi, anatomi, dan fisiologi
~ Klasifikasi filogeni (evolusi), yaitu pengelompokan makhluk hidup dengan memerhatikan sejarah evolusinya

KLASIFIKASI DALAM BIOLOGI MODERN
Carolus Linnaeus (1707-1778), seorang ahli botani dari Swedia, adalah orang yang memberikan nama ilmiah untuk semua jenis makhluk hidup dengan sistem binomial nomenclature, yang sampai saat ini masih digunakan. Karena jasa-jasanya dalam bidang klasifikasi, Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi.

Tingkat taksonomi makhluk hidup
Kingdom  -> divisi/filum  -> kelas -> ordo -> family -> genus -> spesies

Tata nama
Sistem tata nama jenis/spesies oleh Carolus Linnaeus memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
~ Harus menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan
~ Terdiri atas 2 kata (binomial), kata pertama adalah nama genus, kata kedua adalah nama spesifik (penunjuk spesies)
~ Huruf pertama nama genus harus menggunakan huruf besar, sedangkan huruf pertama dari kata kedua (nama spesifik) menggunakan huruf kecil
~ Nama genus dan nama spesifik harus digarisbawahi secara terputus atau dicetak miring
~ Nama seorang penemu boleh dicantumkan di belakang nama spesies
~ Nama suku (famili) terdiri atas satu kata majemuk yang dibentuk dari salah satu nama genus, ditambah akhiran –aceae untuk tumbuhan dan akhiran –idea untuk hewan
Contoh : Zea mays, Oryza sativa

SISTEM KLASIFIKASI
Sistem Dua Kingdom
~ Plantae
~ Animalia

Sistem Tiga Kingdom
~ Fungi
~ Plantae
~ Animalia

Sistem Empat Kingdom
~ Monera
~ Fungi
~ Plantae
~ Animalia

Sistem Lima Kingdom
~ Monera
~ Protista
~ Fungi
~ Plantae
~ Animalia

Sistem Enam Kingdom
~ Virus
~ Monera
~ Protista
~ Fungi
~ Plantae
~ Animalia

Referensi : Jago Biologi SMA