Tampilkan postingan dengan label Sel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2012

TEORI SEL


TEORI SEL
Teori tentang sel dibangun oleh banyak ahli sains, antara lain sebagai berikut.
1.      Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1852). Schleiden adalah ahli anatomi tumbuhan, sedangkan Schwann adalah ahli anatomi hewan. Schleiden dan Schwann berpendapat bahwa setiap tubuh tumbuhan dan juga hewan tersusun dari sel
2.      Felix Dujardin (1835), menyatakan bahwa bagian terpenting dari sel hidup adalah cairan yang selalu terdapat di dalam setiap sel hidup (protoplasma)
3.      Johannes Purkinje dan Hugo van Mohl (1840), memperkenalkan istilah protoplasma
4.      Max Schultze (1825-1874), berpendapat bahwa protoplasma merupakan struktur dasar makhluk hidup yang melangsungkan seluruh proses hidup
5.      Rudolf Virchow (1858), berpendapat bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omnis cellula e cellula)
6.      Robert Brown, R. Strasburger, dan C. Bernard berhasil menemukan inti sel (nukleus). Strasburger menyatakan bahwa setiap inti sel berasal dari inti sel sebelumnya yang terbentuk lewat pembelahan. Sementara itu, Bernard menyatakan bahwa inti sel mengatur pekerjaan sel dan merupakan struktur sel terpenting
Referensi : Biology Bilingual kelas XI (Yudhistira)

Senin, 23 Mei 2011

Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan


Sel Tumbuhan
1. Mempunyai dinding sel
2. Mempunyai vakuola yang berukuran besar
3. Mempunyai plastida (kloroplas, kromoplas, dan leukoplas)
4. Tidak mempunyai sentriol

Sel Hewan
1.Tidak mempunyai dinding sel
2. Mempunyai vakuola  yang berukuran kecil
3. Tidak mempunyai plastid (kloroplas, kromoplas, dan leukoplas)
4. Mempunyai sentriol

Referensi : Jago Biologi SMA

Mekanisme Transpor Zat Melalui Membran


A. TRANSPOR PASIF
Transpor pasif adalah mekanisme transportasi molekul secara spontan tanpa memerlukan energi. Transportasi pasif meliputi difusi, difusi terbantu (terfasilitasi), dan osmosis. 

1. Difusi
Difusi adalah pergerakan acak molekul-molekul dari lingkungan dengan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke lingkungan berkonsentrasi lebih rendah (hipotonis). Molekul-molekul yang ditransportasikan /secara difusi adalah molekul berukuran kecil, molekul yang larut dalam lemak, dan zat bukan ion. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi sebagai berikut ;
# Konsentrasi
   Semakin besar perbedaan konsentrasi antara dua larutan, kecepatan rata-rata difusinya semakin tinggi.
# Ukuran molekul
   Semakin kecil ukuran molekul, semakin cepat ditransportasikannya (pada suhu yang sama).
# Wujud materi
   Wujud zat gas-cair-padat, semakin ke kanan difusi akan semakin lambat.
# Suhu
   Semakin tinggi suhu, semakin cepat gerakan molekul2 sehingga meningkatkan kecepatan rata-rata  difusi.

2. Difusi Terfasilitasi
Difusi terfasilitasi merupakan proses difusi yang dibantu oleh protein-protein tertentu yang terdapat pada membran plasma. Protein tersebut dikenal sebagai protein transpor. 

Jenis protein transpor sebagai berikut ;
# Protein kanal, molekul-molekul tertentu akan masuk melewati saluran yang terbentuk pada protein tersebut.
# Protein pembawa, akan berlekatan dengan molekul tertentu pada bagian reseptornya, sehingga terjadi perubahan bentuk protein. Selanjutnya, molekul dibawa ke dalam sitoplasma. 

3. Osmosis
Osmosis merupakan proses perpindahan molekul pelarut (air) dari konsentrasi rendah (hipotonis) ke konsentrasi yang lebih tinggi (hipertonis) melalui membran selektif permeabel. Artinya, perpindahan terjadi pada zat pelarut, bukan zat terlarut.

B. TRANSPOR AKTIF
Transpor aktif adalah mekanisme transportasi molekul dengan bantuan energi. Artinya, sel harus menggunakan energi yang tersimpan dalam ikatan ATP untuk mentransportasikan molekul melintasi membran plasma. 

C. EKSOSITOSIS & ENDOSITOSIS
Eksositosis dan endositosis merupakan mekanisme transportasi molekul-molekul besar (seperti protein dan DNA) melintasi membran plasma.

1. Eksositosis
Eksositosis adalah proses pengeluaran materi dari dalam sel. Pengeluaran secara eksositosis dapat dilakukan dengan pembentukan vesikel  atau kantung yang menyelubungi materi tersebut. Selanjutnya, vesikel bergerak ke arah membran plasma dan berfusi, sehingga materi di dalamnya dibebaskan ke luar sel. 

2. Endositosis
Endositosis adalah proses masuknya materi ke dalam sel. 
Ada dua macam bentuk endositosis, yaitu ;
# Fagositosis, adalah peristiwa pemasukan materi berbentuk padat atau berupa sel lainnya.
# Pinositosis, adalah pemasukan materi berbentuk cairan.

Referensi : Jago Biologi SMA

Senin, 02 Mei 2011

Struktur dan Fungsi Sel

DINDING SEL
Dinding sel merupakan penutup terluar dari protoplasma yang bersifat agak kaku, sehingga bentuk sel tumbuhan tetap.
Pada tumbuhan, dinding sel berfungsi sebagai pemisah antara sel yang satu dan lain. Dinding sel mengandung selulosa, pektin, hemiselulosa, lignin, kutin, ketin, dan glikoprotein.

Macam-macam dinding sel sebagai berikut ;
* Dinding sel primer, yaitu dinding sel yang terjadi sewaktu sel dalam keadaan meristematis dan banyak mengandung selulosa. Pada dinding sel primer terdapat kutin.
* Dinding sel sekunder. Semakin tua umur sel pada bagian dalam dinding sel yang berbatasan dengan membran sel akan terbentuk dinding sel baru yang bersifat permeabel. Dinding sel sekunder lebih kompak karena adanya zat lignin.
* Dinding sel tersier, yaitu dinding sel yang terbentuk setelah dinding sel sekunder. 

Pada dinding sel terdapat noktah. Pada noktah, terjadi hubungan antarsel melalui juluran-juluran protoplasma yang disebut plasmodesmata. Fungsi plasmodesmata adalah sebagai tempat pertukaran zat dan pertukaran gas (oksigen dan karbondioksida) antarsel.

SITOPLASMA
Sitoplasma atau cairan sel adalah matriks yang berada di dalam membran plasma, tetapi diluar nukleus. Organel-organel yang terdapat dalam sitoplasma sebagai berikut ;
1. Selaput Plasma
    Tersusun dari lipoprotein. Lapisan terluar terdiri atas protein, sedangkan lapisan dalam terdiri atas lemak/lipid. Bersifat semipermeabel, artinya hanya bisa dilalui air dan zat-zat tertentu yang terlarut. Berfungsi sebagai alat transportasi air, ion, dan molekul-molekul kecil dari dan ke dalam sel.
2. Mitokondria
    Berfungsi sebagai tempat proses oksidasi  biologis (respirasi sel) dan pembentukan ATP (sebagai hasil oksidasi). Mempunyai struktur yang berdinding rangkap. Jumlah mitokondria di dalam sel bisa banyak, bisa juga sedikit.
3. Badan Golgi (Aparatus Golgi)
    Berfungsi dalam proses pengeluaran sel atau ekskresi sel. Banyak ditemukan pada sel-sel kelenjar. Membentuk dinding sel. Aparatus Golgi tidak terdapat pada sel yang bersifat anaerob.
4. Plastida
    Hanya terdapat pada sel tumbuhan. Berdasarkan bentuk, warna, dan fungsinya, plastida dibedakan menjadi sebagai berikut ;
    ~ Leukoplas
       Plastida yang tidak berwarna. Umumnya terdapat pada bagian tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari, contohnya pada akar. Menurut fungsinya, leukoplas dibedakan menjadi amiloplas (tempat pembentukan dan penyimpanan gula) dan elaioplas (tempat pembentukan dan penyimpanan lemak).
    ~ Kloroplas
       Merupakan plastida yang berwarna hijau.
    ~ Kromoplas
       Merupakan plastida yang berwarna macam-macam, dapat ditemukan pada buah, bunga, dan batang. Kromoplas terbagi menjadi ; fikosianin (biru), fikosantin (perak), karoten (kuning), fikoeritrin (merah).
5. Retikulum Endoplasma
Merupakan saluran-saluran halus dan berlekuk-lekuk, berfungsi menghubungkan nukleus dengan sitoplasma (sebagai sistem sirkulasi di dalam sel).
6. Ribosom
Terdapat di retikulum endoplasma, berupa butir-butir halus. Berfungsi sebagai tempat sintetis protein.
7. Lisosom
Organel ini hanya terdapat pada sel hewan. Banyak terdapat pada sel-sel yang berfungsi dalam imunitas, seperti leukosit, monosit, dan limfosit (sel-sel darah putih). Berfungsi sebagai penghasil enzim-enzim pencernaan dan merusak sel-sel asing.
8. Sentrosom
Hanya terdapat pada sel hewan saja. Mengandung dua sentriol, yang akan berfungsi dalam proses pembelahan sel.

INTI SEL (NUKLEUS)
Inti sel berfungsi sebagai pusat pengaturan seluruh proses yang terjadi di dalam sel.
Inti sel terdiri atas ;
1. Selaput Inti (Membran Inti/Karioteka)
Merupakan selaput rangkap yang tersusun dari lipoprotein. Berfungsi sebagai pembatas antara plasma inti dan plasma sel. Sel yang tidak mempunyai selaput inti dinamakan sel yang bersifat prokarion, sedangkan jika mempunyai selaput inti disebut eukarion.
2. Plasma Inti (Nukleoplasma)
Nukleoplasma adalah plasma yang terdapat di dalam inti sel. Berisi gula ribosa, nukleotida, dan asam nukleat.
3. Anak Inti (Nukleolus)
Pada sel biasanya terdapat satu atau lebih nukleolus. Tersusun dari protein ribosom dan ribosom RNA (rRNA).
4. Benang-benang Kromatin
Benang-benang kromatin tersusun dari butir-butir kromatin. Pada saat sel mengalami proses pembelahan, benang-benang kromatin akan memendek dan menebal membentuk kromosom. Di dalam kromosom terdapat gen-gen yang mengendalikan sifat-sifat keturunan.

VAKUOLA (RONGGA SEL)
1. Sel Tumbuhan
Semakin tua sel, vakuola semakin besar. Di dalam vakuola terdapat air sel dengan zat-zat yang larut dan mengendap di dalamnya. Zat-zat tersebut adalah alkaloida, asam-asam organik, senyawa organik, senyawa anorganik, kristal-kristal, butir-butir aleuron, dan butir-butir amilum.
2. Sel Hewan
Pada hewan bersel satu (Protozoa) terdapat vakuola nonkontraktil dan kontraktil. Vakuola nonkontraktil berfungsi sebagai tempat pencernaan makanan. Vakuola kontraktil berfungsi sebagai alat pengeluaran (ekskresi).

Referensi : Jago Biologi SMA